Yang kau sebut perbedan itu menyakitiku
September 10, 2020Aku membuka mata dan mengatakan pada diriku sendiri bahwa dunia telah jauh lebih baik ketimbang terakhir kali aku melihatnya.
Hari ini tepat setahun yang lalu kita ada di Bandung, aku ingat hari itu kita mengelilingi mall disana, bergandengan tangan dan singgah di tempat makan yang lumayan epic.Kamu tersenyum ketika pelayan datang dan menghamparkan makanan di atas meja. Steak salah satu makanan favoritmu. Aku ingat sekali wajah senang itu, aku senang melihat ekspresi bahagiamu ketika mau makan. Itu membahagiakan ku, sungguh.Aku menikmati hari hari kita, setelah 3 hari bersama di Bandung kita memutuskan untuk pulang, aku ke kotaku dan kamu ke kota mu. Kita akan memulai ldr lagi tapi bagiku tak apa, sudah biasa. Perbedaan di antara kita sudah bisa aku terima bahkan di awal kita memulai hubungan perbedaan kita adalah hal yang harus aku Indah kan karena memang itu lah kenyataan nya. Cinta tak pernah mengenal perbedaan. Itu yang aku yakini.Perjalanan yang berliku dan tak mudah sudah kita lewati, terhalang restu orang tua bahkan perbedaan keyakinan tak membuat kita mundur. Kita percaya apa yang kita perjuangkan akan segera membuahkan hasil.
Kita berjalan berdampingan, hari demi hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bertahun tahun, kita mampu jalani. Sampai pada akhirnya, jalanmu menjadi lebih cepat kamu berbelok dan aku tetap berjalan lurus, aku tak tau tujuanmu ke arah mana. Sudah seminggu belakangan aku tak bisa menghubungi mu padahal kamu sehat sehat saja dan bekerja seperti biasa, aku tau kabarmu dari salah satu rekan kerjamu di kantor. Tapi kenapa semua pesan yang ku kirim, telpon yang berkali kali ku tujukan tak kunjung mendapatkan balasan rasanya ingin sekali ku membeli tiket dan segera menemuimu namun sayang nya aku tak bisa melakukan itu. Aku tetap sabar menantikan kabarmu berharap semua nya akan baik baik saja.
Sebulan setelah kau diamkan ku, pesan dari mu ku terima kamu ingin mengakhiri semua ini dengan alasan "Perbedaan" Sumpah ini lucu sekali, jika memang perbedaan yang menjadi alasan kamu mengakhirinya kenapa kamu ingin memulai nya bukan kah aneh padahal di awal kita sudah tau kalau kita berbeda. Kau hanya mencari cari alasan untuk bisa mengakhirinya dengan mengatasnamakan perbedaan, kau jahat!
Jika ada yang bertanya apakah aku marah? Tentu saja aku marah, kecewa tapi aku tidak benci. Membencimu adalah peer yang tidak akan pernah aku tuntas kan.
Setelah hari itu kamu menghilang dan hari ini kamu melangsungkan pernikahan. Padahal hari ini adalah hari yang membahagiakan di tahun tahun sebelumnya, tepat hari ini lima tahun yang lalu kamu menawarkan untuk menjadikanku kekasihmu, menjadi wanita satu satunya dan selama-lamanya. Tapi hari ini kamu malah meminta wanita lain untuk mengarungi hari tua bersamamu. Lucu sekali.
Sekarang aku berada di kamarku menutup semua celah cahaya menyelimuti diri dengan selimut tidak membuka sosial media dan meratapi diri sendiri. Mencoba untuk menutupi luka luka ku sendiri berharap waktu akan bisa menjadikan luka itu kering dan tertutup.
0 comments